Tampilkan postingan dengan label siksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siksa. Tampilkan semua postingan
Menjelang Sakaratul Maut, Akhir dari Kehidupan....
Diposting oleh apa arti kehidupan di 09.03 0 komentar Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Allah S.W.T, kamu akan dikembalikan. (As-Sajdah:11)
Label:
adab,
agama,
ancaman,
cinta,
dan argumen,
dan keterbatasan,
etika,
kenikmatan,
nasihat,
perhatian,
perilaku,
rasa,
siksa,
wawasan
Kufur Nikmat - Pengertian
Diposting oleh apa arti kehidupan di 08.59 0 komentarKufur Nikmat
Hampir setiap kata syukur di dalam Alquran selalu disandingkan dan dilawankan dengan kata kufur. Hal ini menunjukkan bahwa jika seseorang selalu berusaha di dalam segala aktivitasnya untuk bersyukur kepada Allah SWT, maka akan dijauhkan dari kekufuran. Sebaliknya, jika tidak pernah bersyukur, maka sama dengan mendekatkan bahkan menjerumuskan dirinya ke dalam lembah kekufuran tersebut.
Allah SWT berfirman : Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian kufur kepada-Ku. (QS 2: 152). ... jika kalian bersyukur kepada-Ku, maka pasti Aku akan menambah (nikmat-Ku) kepada kamu sekalian. Tetapi jika kalian kufur kepada-Ku, maka ingatlah sesungguhnya azab-Ku sangat dahsyat. (QS 14: 7).
Kufur, yang secara etimologis berarti tertutup, yaitu tertutup dari hidayah dan kebenaran Ilahiyah. Sedangkan secara terminologis paling tidak mempunyai dua jangkauan, yaitu kufur millah (agama) dan kufur ni'mat (nikmat). Seseorang yang tidak beriman, atau mungkin awalnya Mukin dan Muslim, tetapi karena berbagai sebab, mungkin karena tidak pernah mendapatkan pendidikan agama atau terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang buruk, lalu menanggalkan keimanannya tersebut dan keluar dari ajaran Islam, maka jadilah ia orang yang kufur millah, yang akan mengalami kesesatan dan kerugian di dalam hidupnya, baik di dunia ini, apalagi di akhirat nanti.
Allah SWT berfirman : Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat. (QS 3: 90).
Sedangkan kufur ni'mat yang kadangkala banyak menghinggapi orang-orang Muslim, diindikasikan dengan tidak adanya kesungguhan untuk memanfaatkan setiap nikmat dan pemberian dari Allah SWT sesuai dengan aturan dan ketentuan-Nya. Tanah yang subur, seperti di negara kita, yang seharusnya digali dan dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat banyak, ternyata telah dikuras habis-habisan untuk kepentingan segelintir orang yang kebetulan dekat dengan lingkaran kekuasaan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.
Jika ini berlangsung terus-menerus tanpa kendali, apalagi disertai dengan perilaku korup, hipokrit, sombong, dan takabur, kezaliman dan perilaku-perilaku merusak lainnya yang sudah demikian melembaga dan seolah-olah sudah memassal pada semua lini kehidupan, maka kufur nikmat yang semacam ini, sama dengan mengundang turunnya azab Allah yang sangat dahsyat. Yaitu, kelaparan dan perasaan takut yang luar biasa, yang digambarkan Alquran seolah-olah seperti pakaian yang selalu menempel pada tubuh.
Allah SWT berfirman : Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dulunya aman lagi makmur, rezekinya datang melimpah ruah dari setiap penjuru. Tetapi, penduduknya kufur (mengingkari) nikmat-nikmat Allah, maka Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang telah mereka perbuat. (QS 16: 112). Wallahu a'lam bis-shawab.
Label:
adab,
agama,
ancaman,
cinta,
dan argumen,
dan ilmu,
etika,
kenikmatan,
nasihat,
perhatian,
perilaku,
rahasia shalat,
rahasia Shalat Subuh,
rasa,
siksa,
toleransi,
wawasan
Sifat - Sifat tercela Dalam Islam
Diposting oleh apa arti kehidupan di 08.57 0 komentarSIFAT-SIFAT TERCELA DAN DOSA BESAR DALAM ISLAM:
1. SYARHUL THAA'AM ; Artinya gemar kepada makan atau makan terlalu banyak
2. SYARHUL KALAM ; Artinya gemar kepada bercakap yang sia-sia, percakapan yang tidak berfaedah kepada dunia dan akhiratnya.
3. GHA'DHAB ; Artinya bersifat dengan sifat pemarah dan cepat melenting walaupun kesilapan berlaku pada perkara yang kecil.
4. BUKHL ; Artinya bakhil atau kedekut dan merasa sayang untuk membelanjakan hartanya pada jalan Allah.
5. HASAD ; Artinya dengki akan nikmat yang ada pada orang lain serta suka jika orang itu mendapat kesusahan, melebihi dari dirinya.
6. HUBBUL JAH ; Artinya cintakan kepada kemegahan dunia secara keterlaluan sehingga lalai dari beribadat serta berzikir kepada Allah Swt.
7. HUBBUN DUNYA ; Artinya cintakan dunia secara keterlaluan sehingga lalai dari beribadat serta berzikir kepada Allah Swt.
8. KIBR ; artinya bongkak atau sombong, dan merasakan dirinya mempunyai kelebihan dan kedudukan yang tinggi dari orang lain.
9. UJUB ; artinya merasakan dirinya telah banyak beribadat atau telah banyak harta sehingga ia terlupa segalanya, adalah nikmat dari Allah.
10. RIA' ; artinya menunjuk-nunjuk dengan amal ibadatnya, beramal untuk mendapat pujian dan sanjungan untuk dipandang mulia oleh manusia bukan kerana Allah.
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
Label:
adab,
agama,
ancaman,
dan argumen,
etika,
kenikmatan,
nasihat,
perhatian,
perilaku,
rahasia shalat,
rahasia Shalat Subuh,
rasa,
siksa,
toleransi,
wawasan
Langganan:
Postingan (Atom)